Kamis, 11 Juni 2015

ceramah Ramadhan 2


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Baik ukhti wa akhi ana mau ngeposting lagi ceramah kedua ana… emm, kalau postingan cerama pertama judulnya “Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan” ..kalian bisa membacanya di sini….

Baik judul ceramah kedua kita hari ini yaitu
 “Memperbanyak Mengingat kematian”
                Oleh DR.H.Lukman Arake, MA                                                              
بِسْم الٌلهِ الرٌحْمنِ الرٌحِيْم                                                                   
اَلسٌلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَخْمَةُ الٌلهِ وَبَرَ كَا تُهُ                                                    
اَلْحَمْدُ لِلٌهِ الٌزِيْ خَلَقَ اْلمَوْتَ وَا لْحَيَا ةَ لِيَبْلوْكُم ايكُم أَحْسَنُ عَمَلًا ,وَالصَلَاةُ وَالسلام عَلَي رسولِ الله محمد صلي الله عليه وسلام وعلي اّ لِهِ وَصَحَا بَتِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَي نَهْجِهِ أِ لَي يَوْمِ الدٌيْنِ .اَمٌا بَعْدد :          
 Kaum Muslimin yang di rahmati Allah
 Dalam kesempatan ini saya akan membawakan ceramah dengan judul” Memprbanyak Mengingat kematian”
Dalam satu riwayat, Rasulullah mengatakan: ( bila cahaya iman telah memasuki hati seseorang, maka ia akan selalu merasa tenang  dan terbuka untuk menerima kebenaran ). Lalu sahabatbertanya: Apa tanda-tandanya , kalau cahaya iman itu sudah memasuki hati seseorang. Rasulullah menjawab: Bahwa salah satu tandanya adalah selalu mengingat kematian sebelum maut menjemput) .
 Iman Abullaisy Assarmakandi menjelaskan maksut dari masalah ini dengan mengatakan : (barang siapa yang meyakini akan adanya kematian, dan dia tahu bahwa hal itu akan mendatanginya, maka pasti dia akan berusaha untuk selalu mempersiapkan diri dengan amal-amal shaleh dan menghindari perbuatan yang keji, karena dia tidak tau kapan kematian itu mendatanginya ). Olehnya itu, dalam salah satu riwayat di sebutkan bahwa ada salah seseorang sahabat dating kepada Rasulullah sambil mengatakan : (wahai Rasulullah, aku dating kepadamu agar engkau mengajari aku tentang rahasia ilmu. Rasulullah menjawab : bahwa orang yang selalu mempersiapkan dirinya di datangi kematian adalah salah satu dari rahasia-rahasia ilmu.
  Itulah sebabnya Rasulullah berpesan kepada kita dengan mengatakan (ذِكْرَهَا ذِمِ الٌلزَاتِ أكَثِرُو) perbanyaklah mengingat kematian ). Di lain sisi, iman Hatim Al-asham mengatakan bahwa: ada 4 sesuatu yang tidak perna di mengerti oleh siapapun kecuali empat golongan.  pertama            , nilai masa mudah, tidak akan perna di mengerti kecuali orang yang sudah tua. Kedua, nilai kelonggaran atau kesenangan tidak akan pernah di mengerti kecuali orang yang merasa susah. Ketiga, nilai kesehatan jiwa tidak akan perna kecuali orang yang sehat. Keempat, nilai sebuah hidup dan kehidupan tidak akan pernah mengerti kecuali orang yang sedang sekarat ).
   Maka dari itu, pada suatu ketika Usman bin Affan perna berdiri didepan satu kuburan sambil menangis. Sahabat yang lain bertanya kepadanya : Wahai Usman engkau sering mengingat surga dan neraka, tapi engkau tidak pernah menangis. Lalu apa yang membuatmu menangis ketika melihat kuburan. Usman menjawab, aku pernah mendengar Rasulullah bmengatakan : ( kuburan adalah awal tempat dari sekian banyak tempat yang ada di akhirat. Barang siapa yang lolos dari siksaan alam kubur maka tiadalah sesudahnya lebih muda dari itu. Dan barang siapa yang tidak lolos dari siksaanya maka sesungguhnya siksaan sesudahnya jauh lebih berat lagi).
  Makanya, para ulama mengatakan bahwa : ( bumi ini setiap harinya berteriak sambil mengajak kita dengan mengatakan : ( Wahai anak cucu Adam, engkau selalu berjalan diatasku padahal kesudahanmu akan di tanam di dalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering memakan berbagai macam makanan di atas hamparan ku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa engkau akan dimakan ulat cacing didalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering tertawa diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa suatu saat engkau akan menangis didalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering merasa senang dan gembira diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa suatu saat engkau akan merasakan kesedihan yang sangat di dalamku . Wahai anak cucu Adam, engkau sering melakukan dosa diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa suatu saat engkau akan disiksa didalamku) .
Itulah sebabnya  Al-Qur’an mengajak kita untuk selalu melakukan introspeksi diri akan sejauh mana persiapan kita untuk menghadapi akhirat. Allah berfirman: ( Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatanya untuk hari esok ( akhirat) dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasih).
Kematian telah menjadi sebuah ketentuan dari Allah bahwasanya setiap yang bernyawa akan merakasan hal itu. Makanya, Allah membantah pertanyaa sebagian sahabat Rasulullah ketika diantara mereka ada yang mengatakan : Bahwa Muhammad Rasulullah tidak akan perna merasakan yang namanya kematian. Maka turunlah ayat yang mengatakan : ( Kami- Kata Allah tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelu m kamu Muhammad. Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal . tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada kamilah kamu di kembalikkan ).
Demikianlah ceramah singkat ini, mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.
Wallahu Almuwaffiq ila akhmi attarik
  Wassalamu alaikum wabarakatu                           

Wahai akhi wa ukhti mari kita ucapkan Terimah kasih banyak kepada Gurutta Uzt. Lukman Arake, MA.


                                                                                                                                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimah Kasih telah berkunjung. semoga apa yang ada bermanfaat bagi kalian semua.