Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Baik ukhti wa akhi ana mau ngeposting lagi ceramah kedua
ana… emm, kalau postingan cerama pertama judulnya “Keistimewaan Bulan Suci
Ramadhan” ..kalian bisa membacanya di sini….
Baik judul ceramah kedua kita hari ini yaitu
“Memperbanyak Mengingat kematian”
Oleh DR.H.Lukman Arake, MA
بِسْم الٌلهِ الرٌحْمنِ الرٌحِيْم
اَلسٌلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَخْمَةُ الٌلهِ وَبَرَ كَا تُهُ
اَلْحَمْدُ لِلٌهِ الٌزِيْ خَلَقَ اْلمَوْتَ وَا لْحَيَا ةَ
لِيَبْلوْكُم ايكُم أَحْسَنُ عَمَلًا ,وَالصَلَاةُ وَالسلام عَلَي رسولِ الله محمد
صلي الله عليه وسلام وعلي اّ لِهِ وَصَحَا بَتِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَي نَهْجِهِ أِ
لَي يَوْمِ الدٌيْنِ .اَمٌا بَعْدد :
Kaum Muslimin yang di rahmati Allah
Dalam kesempatan ini saya akan membawakan
ceramah dengan judul” Memprbanyak Mengingat kematian”
Dalam satu
riwayat, Rasulullah mengatakan: ( bila cahaya iman telah memasuki hati
seseorang, maka ia akan selalu merasa tenang dan terbuka untuk menerima kebenaran ). Lalu
sahabatbertanya: Apa tanda-tandanya , kalau cahaya iman itu sudah memasuki hati
seseorang. Rasulullah menjawab: Bahwa salah satu tandanya adalah selalu
mengingat kematian sebelum maut menjemput) .
Iman Abullaisy Assarmakandi menjelaskan maksut
dari masalah ini dengan mengatakan : (barang siapa yang meyakini akan adanya
kematian, dan dia tahu bahwa hal itu akan mendatanginya, maka pasti dia akan
berusaha untuk selalu mempersiapkan diri dengan amal-amal shaleh dan
menghindari perbuatan yang keji, karena dia tidak tau kapan kematian itu
mendatanginya ). Olehnya itu, dalam salah satu riwayat di sebutkan bahwa ada
salah seseorang sahabat dating kepada Rasulullah sambil mengatakan : (wahai
Rasulullah, aku dating kepadamu agar engkau mengajari aku tentang rahasia ilmu.
Rasulullah menjawab : bahwa orang yang selalu mempersiapkan dirinya di datangi
kematian adalah salah satu dari rahasia-rahasia ilmu.
Itulah sebabnya Rasulullah berpesan kepada
kita dengan mengatakan (ذِكْرَهَا
ذِمِ الٌلزَاتِ أكَثِرُو) perbanyaklah mengingat kematian ). Di
lain sisi, iman Hatim Al-asham mengatakan bahwa: ada 4 sesuatu yang tidak perna
di mengerti oleh siapapun kecuali empat golongan. pertama
, nilai masa mudah, tidak akan perna di mengerti kecuali orang yang sudah tua. Kedua,
nilai kelonggaran atau kesenangan tidak akan pernah di mengerti kecuali orang
yang merasa susah. Ketiga, nilai kesehatan jiwa tidak akan perna kecuali
orang yang sehat. Keempat, nilai sebuah hidup dan kehidupan tidak akan
pernah mengerti kecuali orang yang sedang sekarat ).
Maka dari itu, pada suatu ketika Usman bin
Affan perna berdiri didepan satu kuburan sambil menangis. Sahabat yang lain
bertanya kepadanya : Wahai Usman engkau sering mengingat surga dan neraka, tapi
engkau tidak pernah menangis. Lalu apa yang membuatmu menangis ketika melihat
kuburan. Usman menjawab, aku pernah mendengar Rasulullah bmengatakan : (
kuburan adalah awal tempat dari sekian banyak tempat yang ada di akhirat.
Barang siapa yang lolos dari siksaan alam kubur maka tiadalah sesudahnya lebih
muda dari itu. Dan barang siapa yang tidak lolos dari siksaanya maka
sesungguhnya siksaan sesudahnya jauh lebih berat lagi).
Makanya, para ulama mengatakan bahwa : ( bumi
ini setiap harinya berteriak sambil mengajak kita dengan mengatakan : ( Wahai
anak cucu Adam, engkau selalu berjalan diatasku padahal kesudahanmu akan di
tanam di dalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering memakan berbagai macam
makanan di atas hamparan ku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa engkau
akan dimakan ulat cacing didalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering tertawa
diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa suatu saat engkau
akan menangis didalamku. Wahai anak cucu Adam, engkau sering merasa senang dan
gembira diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna tahu bahwa suatu saat
engkau akan merasakan kesedihan yang sangat di dalamku . Wahai anak cucu Adam,
engkau sering melakukan dosa diatas hamparanku, sementara engkau tidak perna
tahu bahwa suatu saat engkau akan disiksa didalamku) .
Itulah
sebabnya Al-Qur’an mengajak kita untuk
selalu melakukan introspeksi diri akan sejauh mana persiapan kita untuk
menghadapi akhirat. Allah berfirman: ( Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatanya untuk hari esok ( akhirat) dan bertakwalah kepada Allah
sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu
seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa
kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasih).
Kematian
telah menjadi sebuah ketentuan dari Allah bahwasanya setiap yang bernyawa akan
merakasan hal itu. Makanya, Allah membantah pertanyaa sebagian sahabat
Rasulullah ketika diantara mereka ada yang mengatakan : Bahwa Muhammad
Rasulullah tidak akan perna merasakan yang namanya kematian. Maka turunlah ayat
yang mengatakan : ( Kami- Kata Allah tidak menjadikan hidup abadi bagi
seorang manusia pun sebelu m kamu Muhammad. Maka jikalau kamu mati, apakah
mereka akan kekal . tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang
sebenar-benarnya. Dan hanya kepada kamilah kamu di kembalikkan ).
Demikianlah
ceramah singkat ini, mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.
Wallahu Almuwaffiq ila akhmi attarik
Wassalamu alaikum
wabarakatu
Wahai akhi wa ukhti mari kita ucapkan Terimah kasih banyak
kepada Gurutta Uzt. Lukman Arake, MA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimah Kasih telah berkunjung. semoga apa yang ada bermanfaat bagi kalian semua.